Blog

Bussiness Plan

taraaaa! ini adalah hal puncak dari tugas kewirausahaan. tadi kita udah baca part 1 tentang rute baru, terus yang kedua tentang kok bisa sih kreatif. dannnnn….

oke, ide pertama yang muncul setelah nanti menjadi dokter adalah saya akan membuat klinik bersama istri saya yang sepertinya semoga dokter hewan (AMIN)*. klinik saya memiliki fasilitas penunjang yang lengkap, seperti laboratorium, ruang radiologi, ruang bedah, ruang opname yang dipisah antara penyakit infeksius dan non infeksius, juga UGD, dan tempat grooming. disebalahnya akan dibangun pet hotel sebagai penitipan hewan kesayangan ketika pemiliknya pergi.

ide yang kedua yaitu lebih ke bidang peternakan. saya ingin punya farm. terdapat sapi potong dan sapi perah yang akan difungsikan sebagai breeding dan fattening. disitu susu yang dihasilkan akan diolah menjadi produk-produk berbahan susu, dan sisanya akan dibagikan secara gratis untuk pekerja saya per bulannya. pekerja saya adalah mereka yang tidak memiliki pekerjaan dan saya ajak untuk bergabung. tidak hanya bergabung tapi saya juga mengajarkan ilmu-ilmu yang saya punya sehingga suatu saat mereka mampu membangun bisnis mereka sendiri. limbah kotoran sapi akan saya olah menjadi hal yang lebih bermanfaat seperti biogas, pupuk kandang, dan lain-lain. pupuk kandang saya akan berikan untuk memupuk sawah-sawah saya. sebagian sawah saya akan saya tanamin untuk makan ternak sapi dan kuda saya

saya juga akan membangun poultry shop dilingkup pedesaan sehingga peternak lebih mudah, efektif, dan efisien untuk mendapatkan kebutuhan ternaknya dengan harga terjangkau.

saya juga akan membangun stable kuda untuk kuda-kuda saya. saya akan mempekerjakan groomer yang berasal dari daerah saya sendiri. saya akan mengajari mereka terlebih dahulu agar mereka tidak ditendang kuda.

dihari tua saya, seperti yang sudah saya ceritakan di awal. saya akan membangun kos-kosan putri. dengan fasilitas kamar mandi dalam, pasti laku tuh!

 

Advertisements

Bagaimana Cara Kalian Menjadi Kreatif?

saya menjadi kreatif dengannnnn……jawaban pastinya :

  • diskusi

banyak hal menjadi kreatif dengan diskusi. saya biasanya berdiskusi dengan teman, keluarga, pacar, orang dipinggir jalan, pak satpam, emm… tukang kebon. agak alay sih, tapi ya gitu dengan modal sok kenal saya bisa mengerti hal lain yang jauh dari sisi pandang saya. banyak hal perlu kita pahami bahwa diluar sana, banyak kejadian-kejadian diluar kehidupan kita sendiri. pikiran kita jadi lebih terbuka, lebih terinspirasi, termotivasi untuk melakukan hal-hal baik. dari situlah selalu muncul ide-ide untuk di implementasikan di masa yang akan datang hahaha

  • nonton

banyak yang saya tonton, dari berita, film, video-video (Utube), sampek infotainment. dari situlah saya menarik kesimpulan bahwa hanya dengan menonton pikiran kita akan menjadi lebih imajinatif. seperti spongebob yang sangat imajinatif dibandingkan dengan squidward. hal tersebut mencontohkan, jika kita sering main diluar bertemu dengan orang-orang baru akan membuat kita lebih ceria, humble, dan kreatif. dibandingkan dengan squidward yang hanya bermain clarinet dirumah. hal tersebut sangat monoton, dan tidak menumbuhkan ide atau kreatifitas baru.

kamsia. matur suwun

Kewirausahaan

sehubungan dengan tugas yang diberikan sama dosen kewirausahaan saya yang bernama Ibu Nadiyah. Beliau meminta mahasiswanya untuk mendeskripsikan rute baru menuju kos. hmmm….

biasanya sih pulang lewat gerbang UB veteran, tapi kali ini saya mencoba rute baru buat balik ke kos. saya berjalan menuju parkiran dan memikirkan mau lewat mana ya? hmm… pilihan yang sulit. soalnya lewat veteran lebih deket. udah hari panas banget yak, kudu lewat jalan lain hmm banget deh. oke oke kita fokus. jadi saya coba lewat jalan kerto-kerto situ. pehhhh… ruame dan macet. semrawut pokoknya. niatnya sih mau refreshing lewat jalan lain supaya fresh gitu, lah ini malah bikin sepaneng. saya memacu kendaraan dengan kecepatan yang amat sangat pelan (rame bosku!) menuju arah gerbang fapet, belok ke kanan lurus kencenggggg. lirik kanan kiri, banyak ya mahasiswa UB pikirku dalam hati (alay sumpah). ehhhh… dikanan jalan ada SD. fokusnya nggak ke SD-nya tapi ke bapak bapak penjualnya hahaha. nah, sate telor favorit banget dari zaman bahula. “Pak, beli 10 ribu! sambelnya campur ya, saosnya dikit aja”

15 menit menunggu sate telor yang harumnya menusuk nusuk hidung. “ini mas” kata bapaknya (belom sempet kenalan jadi nggak tau namanya haha garing). langsung saya gas beat imut menuju kos di sigura-gura. sepanjang sumbersari sumber kemacetan, saya melihat banyak penjual di kanan kiri, kebanyakan sih para penjual mebel. balik lagi, saya cerita aja ya! gini nih ceritanya.

dari kampus FKH UB ter-CINTA ini saya melajukan beat menuju gerbang UB teknik. setelah menunjukkan stnk sama pak satpam, saya belok kiri lurus menuju arah gerbang fapet. disekitar watu mujur banyak kos kos an. dalam pikiran saya prospek banget punya rumah dideket kampus, planning saya pengen punya kos-kosan enak nih untuk usaha dihari tua. saya belokkan motor saya ke arah kanan, lalu lurus. ternyata banyak juga para penjual makanan, kayaknya prospek juga buat saya. dikanan jalan, saya melihat sebuah SD yang didepannya rame penjual, kebanyakan yang membeli malah mahasiswa, anak SD-nya mungkin pada bawa bekal. terus saya belok ke arah kiri terus ke kanan lurruuuussss memotong jalan sumbersari yang rame angkot. saya belok ke kiri ke arah kos sigura-gura. sepanjang jalan sumbersari yang selalu macet di setiap jam-jam, dikanan kiri banyak terdapat ruko-ruko dan toko-toko berjejer, sangat padat pikir saya. tidak terlalu kumuh, tapi ini terlalu ramai. dan banyak gang-gang sempit berjejeran jemuran-jemuran basah yang bertingkat. sudah jelas itu pasti milik mahasiswa. menurut saya kurang ideal beberapa daerah tersebut untuk dijadikan kos-kosan. terlalu sempit dan pasti kenyamanan juga terganggu. namun, untuk beberapa mahasiswa mungkin mereka merasa nyaman karena dekat dengan kampus. sepanjang perjalanan sumbersari tidak ada yang menarik untuk saya ceritakan karena saya terlalu fokus dengan jalanan yang ramai, dan kelihaian tangan sangat dibutuhkan untuk menyalip di siang yang panas ini. diujung jalan ketika terdapat tanda belok ke kiri, saya mengikuti kemudian belok ke kanan untuk berputar ke arah sigura-gura. saya berhenti di lampu merah. setelah lampu hijau saya melajukan pelan kearah perumahan disebelah ITN. lalu belok ke kiri ketemu pos satpam lurus dan belok ke kanan. lurus ke arah jalan bendungan  dharma menuju kos tercinta. akhirnya rute baru yang lebih melelahkan terlaksana. sekian dan terima kasih 🙂