Kewirausahaan

sehubungan dengan tugas yang diberikan sama dosen kewirausahaan saya yang bernama Ibu Nadiyah. Beliau meminta mahasiswanya untuk mendeskripsikan rute baru menuju kos. hmmm….

biasanya sih pulang lewat gerbang UB veteran, tapi kali ini saya mencoba rute baru buat balik ke kos. saya berjalan menuju parkiran dan memikirkan mau lewat mana ya? hmm… pilihan yang sulit. soalnya lewat veteran lebih deket. udah hari panas banget yak, kudu lewat jalan lain hmm banget deh. oke oke kita fokus. jadi saya coba lewat jalan kerto-kerto situ. pehhhh… ruame dan macet. semrawut pokoknya. niatnya sih mau refreshing lewat jalan lain supaya fresh gitu, lah ini malah bikin sepaneng. saya memacu kendaraan dengan kecepatan yang amat sangat pelan (rame bosku!) menuju arah gerbang fapet, belok ke kanan lurus kencenggggg. lirik kanan kiri, banyak ya mahasiswa UB pikirku dalam hati (alay sumpah). ehhhh… dikanan jalan ada SD. fokusnya nggak ke SD-nya tapi ke bapak bapak penjualnya hahaha. nah, sate telor favorit banget dari zaman bahula. “Pak, beli 10 ribu! sambelnya campur ya, saosnya dikit aja”

15 menit menunggu sate telor yang harumnya menusuk nusuk hidung. “ini mas” kata bapaknya (belom sempet kenalan jadi nggak tau namanya haha garing). langsung saya gas beat imut menuju kos di sigura-gura. sepanjang sumbersari sumber kemacetan, saya melihat banyak penjual di kanan kiri, kebanyakan sih para penjual mebel. balik lagi, saya cerita aja ya! gini nih ceritanya.

dari kampus FKH UB ter-CINTA ini saya melajukan beat menuju gerbang UB teknik. setelah menunjukkan stnk sama pak satpam, saya belok kiri lurus menuju arah gerbang fapet. disekitar watu mujur banyak kos kos an. dalam pikiran saya prospek banget punya rumah dideket kampus, planning saya pengen punya kos-kosan enak nih untuk usaha dihari tua. saya belokkan motor saya ke arah kanan, lalu lurus. ternyata banyak juga para penjual makanan, kayaknya prospek juga buat saya. dikanan jalan, saya melihat sebuah SD yang didepannya rame penjual, kebanyakan yang membeli malah mahasiswa, anak SD-nya mungkin pada bawa bekal. terus saya belok ke arah kiri terus ke kanan lurruuuussss memotong jalan sumbersari yang rame angkot. saya belok ke kiri ke arah kos sigura-gura. sepanjang jalan sumbersari yang selalu macet di setiap jam-jam, dikanan kiri banyak terdapat ruko-ruko dan toko-toko berjejer, sangat padat pikir saya. tidak terlalu kumuh, tapi ini terlalu ramai. dan banyak gang-gang sempit berjejeran jemuran-jemuran basah yang bertingkat. sudah jelas itu pasti milik mahasiswa. menurut saya kurang ideal beberapa daerah tersebut untuk dijadikan kos-kosan. terlalu sempit dan pasti kenyamanan juga terganggu. namun, untuk beberapa mahasiswa mungkin mereka merasa nyaman karena dekat dengan kampus. sepanjang perjalanan sumbersari tidak ada yang menarik untuk saya ceritakan karena saya terlalu fokus dengan jalanan yang ramai, dan kelihaian tangan sangat dibutuhkan untuk menyalip di siang yang panas ini. diujung jalan ketika terdapat tanda belok ke kiri, saya mengikuti kemudian belok ke kanan untuk berputar ke arah sigura-gura. saya berhenti di lampu merah. setelah lampu hijau saya melajukan pelan kearah perumahan disebelah ITN. lalu belok ke kiri ketemu pos satpam lurus dan belok ke kanan. lurus ke arah jalan bendungan  dharma menuju kos tercinta. akhirnya rute baru yang lebih melelahkan terlaksana. sekian dan terima kasih 🙂

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s